A.
Pendahuluan
Dewasa ini penggunaan komputer sebagai media
pengaturan dan penyimpanan data dan informasi sudah semakin sering digunakan
oleh berbagi macam instansi, mulai dari yang kecil hingga yang sudah berskala
besar. Sehingga penggunaan sistem database tidak bisa di hindari lagi. Database
sendiri adalah kumpulan dari berbagai data/informasi
yang saling berhubungan satu sama lain, disimpan di dalam perangkat keras
(komputer) secara sistematis sehingga dapat diolah menggunakan perangkat lunak.
Perangkat lunak yang digunakan untuk mengelola dan memanggil kueri basis data
disebut sistem manajemen basis data (database management system atau disingkat
DBMS). Dengan adaya sistem database ini diharapkan
pengelolaan data dan informasi dapat lebih terstruktur dan mudah untuk
dimengerti. Selain itu dengan adanya sistem database ini kita juga mendapat
beberapa manfaat seperti Kecepatan dan Kemudahan (Speed), Efisiensi Ruang
Penyimpanan (Space), Keakuratan (Accuracy), Keamanan (Security), dan Kebersamaan
Pemakaian (Sharebility
B.
Landasan Teori
1. Data, berasal
dari DATUM yang berarti materi atau kumpulan fakta yang dipakai untuk keperluan
suatu analisa, diskusi, presentasi ilmiah, atau tes statistik. (http://carapedia.com)
2. Informasi, Informasi dapat didefinisikan sebagai hasil
dari pengolahan data dalam suatu bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti
bagi penerimanya yang menggambarkan suatu kejadian – kejadian (event) yang
nyata (fact) yang digunakan untuk pengambilan keputusan(Jogiyanto HM., 1999)
3.
Basis Data, adalah kumpulan
informasi yang bermanfaat yang diorganisasikan ke dalam tatacara yang khusus(http://id.shvoong.com)
C.
Metode Penelitian
1.
Browsing
Internet
2.
Diskusi
D.
Pengertian
Data
Kata
data berasal dari DATUM yang berarti materi atau kumpulan fakta yang dipakai
untuk keperluan suatu analisa, diskusi, presentasi ilmiah, atau tes statistik. Sehingga data ini mencakup fakta dan angka-angka yang relative tidak berarti, yang
diubahmenjadi informasi oleh suatu pengolah informasi.Informasi memiliki arti
bagi pemiliknya.
E.
Jenis
/ Tipe Data
- Berdasarkan sumber dan
penggunaannya
·
Data Intern,
adalah data yang dikumpulkan oleh badan-badan tentang aktifitas dirinya dan hasilnya
dipakai untuknya juga.
·
Data Ekstern, adalah data yang diambil oleh
badan-badan dari luar dirinya. Ada 2 jenis data ekstern yaitu :
a)
Data
Primer, merupakan data yang diambil oleh badan-badan / orang-orang
secara langsung dari sumbernya.
b)
Data
Sekunder, adalah data yang diambil oleh badan /
orang-orang tidak langsung dari sumbernya, dapat dari data yang sudah ada
maupun mengutip dari literatur.
- Berdasarkan nilai
datanya
·
Data Diskrit,
merupakan data yang diperoleh dengan jalan menghitung data yang ada.
·
Data kontinyu,
merupakan data yang mempunyai nilai hanya jika berada dalam interval.
- Berdasarkan sifat
datanya
·
Data Kualitatif
Data
Kualitatif adalah sebuah data yang dinyatakan dalam bentuk bukan angka. Sebagai
contoh: jenis pekerjaan seseorang (bisapetani, nelayan, pegawai, dan
sebagainya), status pernikahan (belum menikah, menikah, duda, janda), gender
(pria, wanita), kepuasan seseorang (tidak puas, cukup puas, sangat puas) dan
sebagainya. Data jenis ini harus dikuantifikasi agar bisa diolah dengan
statistik.
·
Data Kuantitatif
Data Kuantitatif adalah data yang dinyatakan dalam
bentuk angka. Sebagai contoh, usia seseorang, tinggi seseorang, penjualan dalam
sebulan, jumlah bakteri dalam sebuah percobaan biologi tertentu dan sebagainya.
Oleh karena data kualitatif harus dikuantifikasikan, atau diubah menjadi data
kuantitatif. Pengubahan bisa dengan cara memberi skor tertentu (seperti Pria
diberi skor 1, sementara Wanita diberi skor 2), memberi ranking (Tidak Puas 1,
Puas 2. dan seterusnya) atau pendapat ( Tidak 1, Ya 2) dan sebagainya.
F.
Teknik
Pengumpulan Data
-
Metode Observasi
Metode
observasi adalah metode pengumpulan data dengan melakukan pengamatan dan
pencatatan secara teliti dan sistematis atas gejala – gejala (fenomena) yang
sedang diteliti. (Soeratno dan Lincolin Arsyad, 2008 : 85). Metode observasi
dilakukan dengan cara mengadakan pencatatan secara sistematis dan mengadakan
pengamatan secara langsung ke lokasi yaitu CV Cemara Desain tentang produk dan
kegiatan produksinya.
-
Metode Wawancara
Wawancara
adalah suatu bentuk komunikasi verbal jadi semacam percakapan yang bertujuan
memperoleh informasi.(S. Nasution, 2003 : 113). Wawancara dilakukan pada saat
observasi berlangsung dengan bagian pemasaran dan publikasi
pada CV Cemara Desain guna mendapatkan informasi dan data mengenai produk dan media
promosi selama ini.
-
Studi Pustaka
Menurut
Gorys Keraf (2001 : 161) : Studi Pustaka adalah mengadakan seleksi dari
bermacam – macam bahan yang mengandung sudut pandang yang berbeda – beda dan
bertentangan satu sama lain, bagaimana ia dapat memilih, menumbang, menolak dan
menyusun kembali bahan – bahan tadi ke dalam suatu bentuk akhir yang dapat
diterima oleh seorang pembaca dan segala lapisan masyarakat. Studi Pustaka
dilakukan dengan cara mengumpulkan data yang terdapat pada buku atau literatur
dari perpustakaan yang ada kaitannya dengan objek yang diteliti.
G. Pengertian Informasi
Informasi adalah
data yang diolah menjadi bentuk yang berguna untuk membuat keputusan. Informasi
berguna untuk pembuat keputusan karena informasi menurunkan ketidakpastian
(atau meningkatkan pengetahuan) Informasi menjadi penting, karena berdasarkan
informasi itu para pengelola dapat mengetahui kondisi obyektif perusahaannya.
Informasi tersebut merupakan hasil pengolahan data atau fakta yang dikumpulkan
dengan metode ataupun cara – cara tertentu.
H. Perbedaan Data dan
Informasi
Data mencakup fakta dan angka-angka yang relative tidak
berarti, yang diubahmenjadi informasi oleh suatu pengolah informasi.Informasi
memiliki arti bagi pemiliknya. Pengolah informasi menyediakaninformasi dalam
bentuk lisan maupun tertulis. Informasi berasal dari sumber-sumber internal
maupun lingkungan dan digunakan untuk membuat keputusan untukmemecahkan
masalah.
I.
Pengertian
Basis Data
Basisdata
atau Database adalah kumpulan dari berbagai data/informasi yang saling
berhubungan satu sama lain, disimpan di dalam perangkat keras (komputer) secara
sistematis sehingga dapat diolah menggunakan perangkat lunak. Perangkat lunak
yang digunakan untuk mengelola dan memanggil kueri basis data disebut sistem
manajemen basis data (database management system atau disingkat DBMS).
J.
Jenis
– Jenis Basis Data
a. Basis data individual
Basis data individual adalah basis
data yang digunakan oleh perseorangan. Biasanya basis data seperti
ini banyak dijumpai dilingkungan PC. Visual dBASE, Corel Paradox, dan Filemaker
Pro merupakan contoh perangkat lunak yang biasa digunakan untuk mengelola basis
data untuk kepentingan pribadi.
b. Basis data perusahaan
Basis data perusahaan adalah basis
data yang dimaksudkan untuk diakses oleh sejumlah pegawai dalam sebuah
perusahaan dalam sebuah lokasi. Basis data seperti ini disimpan dalam sebuah
server dan para pemakai dapat mengakses dari masing-masing komputer yang
berkedudukan sebagai client.
c. Basis data terdistribusi
Basis data terdistribusi adalah basis
data yang disimpan pada sejumlah komputer yang terletak pada beberapa
lokasi. Model seperti ini banyak digunakan bank yang memiliki sejumlah cabang
di pelbagai kota dan melayani transaksi perbankan yang bersifat online.
d. Basis data publik
Basis data publik adalah basis
data yang dapat diakses oleh siapa saja (publik). Sebagai contoh, banyak
situs web (misalnya yahoo dan about.com) yang menyediakan data yang bersifat
publik dan dapat diambil siapa saja secara gratis. Namun adakalanya seseorang
harus menjadi anggota dan membayar iuran untuk memperoleh data publik.
K. Elemen – Elemen
Penyusun Basis Data
Sistem
basis data mempunyai beberapa elemen penyusun sistem. Elemen-elemen pokok penyusun
sistem basis data adalah :
a. Basis
Data,
elemen ini disebut juga sebagai koleksi data atau pustaka data adalah sekumpulan dari bermacam-macam tipe record
yang mempunyai hubungan antar record, agregat data dan rinci data terhadap
suatu obyek tertentu.
b. Software, software yang digunakan dalam suatu basis data terdiri dari dua
macam, yaitu Data Base Management System
(DBMS) dan Data Base Applikation Software (DBAS). DBMS akan dibahas pada bagian terpisah sedangkan DBAS dalam
buku ajar ini tidak dibahas.
c. Hardware, hardware dalam suatu sistem basis data mempunyai komponen-komponen utama yang berupa
CPU (Central Processing Unit) dan Unit penyimapanan (storage Unit). CPU
mempunyai beberapa bagian penting, yaitu unit aritmatika dan logika ( Aritmatic And Logic Unit atau ALU), memori utama (main memory) dan unit pengendali (Control Unit). Storage Unit merupakan suatu peralatan fisik
yang digunakan sebagai media penyimpanan
data. Media penyimpanan yang umum
digunakan adalah magnetig disk (hard disk dan floppy disk). Sedangkan media penyimpanan data cadangan
(back up data) adalah magnetic tape.
d. Manusia
(brainware), manusia merupakan elemen penting pada sistem basis data. Tipe orang yang menggunakan sistem basis data
adalah berbeda-beda dan mempunyai kebutuhan yang berbeda-beda pula. Seorang
manajer memerlukan informasi-informasi tersaring untuk membuat keputusan. Dan
personal Klarikal mempunyai tugas memasukkan
data dari sumber dokumen ke dalam sistem. Pelanggan memerlukan informasi
dan laporan. Dengan demikian suatu sistem basis data harus
memberikan pemusatan perhatian pada pemakai.
L.
Tujuan
dan Manfaat Basis Data
Telah
disebutkan bahwa tujuan utama dalam pengelolaaan basis data dalam sebuah basis
data adalah agar kita dapat menemukan kembali data ynag kita cari dengan mudah
dan cepat. Secara lebih lengkap pemanfaatan basis data dilakukan untuk memenuhi
sejumlah tujuan (objektif) seperti:
a.
Kecepatan dan Kemudahan
(Speed)
Pemanfaatan
basis data memungkinkan kita untuk dapat menyimpan data atau melakukan
perubahan/manipulasi terhadap data atau menampilkan kembali data tersebut
dengan lebih cepat dan mudah, daripada kita menyimpan data secara manual (non
elektronis).
b.
Efisiensi Ruang Penyimpanan
(Space)
Karena
keterkaitan erat antara kelompok dalam basis data, maka redundansi
(pengulangan) data pasti selalu ada.Dengan basis data, efisiensi/optimalisai
penggunaan ruang penyimpanan dapat dilakukan karena kita dapat melakukan
penekanan jumlah redundansi data, baik menerapkan sejumlah pengkodean atau
membuat relasi-relasi (dalam bentuk file) antar kelompok data yang saling
berhubungan.
c.
Keakuratan (Accuracy)
Pemanfaatan
pengkodean atau pembentukan relasi antar data bersama dengan penerapan
aturan/batasan (constraint)
tipe data, domain data, keunikan data dan sebagainya yang secara ketat dapat
diterapkan dalam sebuah basis data, sangat berguna untuk menekan
ketidakakuratan/penyimpanan data.
d.
Ketersediaan (Availability)
Pertumbuhan
data sejalan waktu akan semakin membutuhkan ruang penyimpanan yang besar.
Padahal tidak semua data selalu kita gunakan/butuhkan.Karena itu kita dapat
melakukan pemilahan data, sehingga data yang sudah jarang kita gunakan dapat
kita pindahkan kedalam media penyimpanan off-line.
Disisi lain, karena kepentingan pemakaian data, sebuah basis data dapat
memiliki data yang tersebar di banyak lokasi geografis. Misalnya, data nasabah
sebuah bank dipisah-pisah dan disimpan di lokasi yang sesuai dengan keberadaan
nasabah. Dengan pemanfaatan teknologi jaringan komputer, data yang berada di
suatu lokasi/cabang, dapat juga diakses (menjadi tersedia/avaible) bagi lokasi yang lain.
e.
Kelengkapan (Completeness)
Untuk
mengakomodasi kebutuhan kelengkapan data yang semakin berkembang, maka kita
tidak hanya dapat menambah record-record data, tetapi juga dapat melakukan
perubahan struktur dalam basis data, baik dalam penambahan objek baru (tabel)
atau dengan penambahan field-filed baru pada suatu tabel.
f.
Keamanan (Security)
Ada
sejumlah sistem (aplikasi) pengelola basis data yang tidak menerapkan aspek
keamanan dalam sebuah basis data.Tetapi untuk suatu sistem yang besar dan
serius, aspek keamanan juga dapat diterapkan secara ketat. Dengan begitu, kita
dapat menentukan siapa-siapa (pemakai) yang boleh menggunakan basis data
beserta objek-objek di dalamnya dan menentukan jenis-jenis operasi apa saja
yang boleh dilakukan.
g.
Kebersamaan Pemakaian
(Sharebility)
Pemakai
basis data seringkali tidak terbatas pada satu pemakai saja atau di satu lokasi
saja oleh satu sistem aplikasi. Data pegawai dalam basis data kepegawaian ,
misalnya dapat digunakan oleh banyak pemakai, dari sejumlah departemen dalam
perusahaan atau oleh banyak sistem (sistem penggajian, sistem akuntansi, sistem
inventori dan sebagainya). Basis data yang dikelola oleh sistem (aplikasi) yang
mendukung lingkungan multiuser akan
dapat memenuhi kebutuhan ini, tetapi tetap dengan menjaga/menghindari munculnya
persoalan baru seperti inkonsistensi data (karena data yang sama dapat diubah
oleh banyak pemakai pada saat yang bers0amaan) atau kondisi deadlock (karena banyak pemakai
saling menunggu untuk menggunakan data)
M. Contoh Penerapan Basis
Data
-
Universitas
Pada
sebuah universitas, biasayna terdapat suatu sistem database yang berisi
informasi tentang mahasiswa, matakuliah yang diambil , detil tentang biaya
kuliah, modul yang sudah diambil tahun sebelumnya juga yang diambil tahun ini
serta rincian dari semua hasil ujian. Selain itu juga terdapat database yang
berisi program kuliah tahun depan, admission dan sebuah database yang berisi
rincian staff yang bekerja di universitas itu.
-
BANK
Setiap
bank pasti memiliki sebuah sistem database, dimana databse ini digunakan untuk
menyimpan data – data mengenai nasabah mereka. Mulai dari data pribadi, hingga
data mengenai transaksi dari nasabah tersebut.
-
Supermarket
Pada
waktu melakukan transaksi di supermarket, saat itu sedang terjadi proses
database. Dimana kasir menggunakan pembaca kode (barcode) untuk membaca setiap
barang yang kamu beli.Data barang ini lalu dihubungkan ke suatu aplikasi yang bertugas
untuk membaca data barang dan menemukan harga item berdasarkan data yang
disimpan pada suatu database produk. Selain menemukan harga barang/item,
program itu juga digunakan untuk melakukan update data.
-
Social
Network
Social
Network / Jejaring sosial pasti menggunakan sistem database sebagai media untuk
mengatur dan menyimpan data –data dari pengguna. Contohnya seperti Facebook,
Twitter, MySpace, dll.
-
Perpustakaan
Perpustakaan
umumnya mempunyai suatu database yang berisi rincian buku, rincian pembaca, dan
data pengunjung. Selain itu juga terdapat index yang terkomputerisasi, sehingga
akan mempermudah pembaca dalam mencari buku yang diinginkan. Sistem database
juga menangani reservasi buku sebelum pembaca
meminjam suatu buku. Dan juga untuk memperoleh pemberitahuan melalui mail
ketika buku tersedia. Sistem juga mengirimkan peringatan ke peminjam yang
seharusnya mengembalikan buku karena telah jatuh tempo.
N. Daftar Pustaka
Tidak ada komentar:
Posting Komentar